MK Sosiologi Umum
(KPM 130) Hari/Tanggal: Kamis/04 Okt 2012
Praktikum ke: 4
OMPU MONANG
NAPITUPULU INGIN SEDERHANAKAN BUDAYA BATAK
Oleh: Arbain Rambey
dan
KEHIDUPAN
SUKU DAYAK KENYAH DAN MODANG DEWASA INI
Inventarisasi
Sebuah Proses Pemiskinan
Oleh:
Franky Raden

Nama
Praktikan/NRP/Kelas: Arum Safriana Dewi/F24120102/Q04.1
Nama
Asisten/NRP: Apriliana/H44090027
Ikhtisar Bacaan 1
OMPU MONANG
NAPITUPULU INGIN SEDERHANAKAN BUDAYA
BATAK
Oleh: Arbain Rambey
1. Mengenal
Suku Batak
Di wilayah Sumatera Utara sekitar Danau Toba terdapat suku
Batak yang terdiri atas beberapa sub-etnis antara lain Batak Toba, Batak
Angkola, Batak Mandailing, Batak Simalungun, Batak Pakpak (atau Dairi) dan
Batak Karo. Namun orang awam mengartikan sub-etnis Batak Toba sebagai suku
Batak itu sendiri. Bahasa yang digunakan oleh sub-etnik Batak Toba adalah Bona
Pasogit. Terdapat sebuah organisasi kesukuan atau Pertungkoan Batak Toba yang disebut
Parbato, berdiri pada bulan Agustus 1997 dan diketuai oleh Ompu Monang Napitupulu.
Pria kelahiran Silaen, Sumut, 2 Desember 1939 ini memasang iklan yang berisi
ajakan untuk mengusir perusahaan yang merusak lingkungan Bona Pasogit. Iklan
tersebut menjadi top trending sebuah
surat kabar masyarakat Medan selama satu pekan.
2.
Kebudayaan Suku Batak
Terdapat
banyak kebudayaan dalam suku Batak, baik kebudayaan yang dinilai positif maupun
negatif. Kebudayaan positif misalnya budaya mengganti nama setelah bercucu,
karena kehadiran cucu dinilai berkah dan rahmat yang luar biasa. Kebudayaan
positif lainnya yaitu saat perkawinan. Semua orang yang diundang merasa penting
dan memiliki kekerabatan yang sangat dekat dengan mempelai sehingga memunculkan
rasa tanggung jawab yang besar terhadap anak mempelai kelak.
Sedangkan
kebudayaan negatif yaitu penghamburan uang dan waktu dalam pernikahan karena
acara terlalu bertele-tele dan dijadikan ajang persaingan gengsi. Pemborosan
uang juga terjadi dalam pembangunan makam.
Untuk mengatasi
masalah tersebut, sebagai ketua Parbato, Ompu Monang memberikan contoh nyata yaitu
menyelenggarakan acara sederhana pada pernikahan anak perempuannya, tetapi tetap
masih dalam adat Batak Toba.
Ikhtisar Bacaan 2
KEHIDUPAN
SUKU DAYAK KENYAH DAN MODANG DEWASA INI
Inventarisasi
Sebuah Proses Pemiskinan
Oleh:
Franky Raden
1.
Awal berpindahnya Suku Dayak
Suku
Dayak Kenyah dan Modang terletak di Kecamatan Ancalong, Kabupaten Kutai, Kota
Tenggarong. Pada tahun 30-an masuk agama Kristiani yang dibawa Belanda dan
mengubah sebagian penduduk akan kepercayaan asli mereka. Dan pemeluk agama baru
mulai meninggalkan daerah mereka menuju kota. Ada pula suku lain dari Kutai,
Bugis, dan Toraja dengan jumlah yang sangat sedikit namun mampu menguasai
perekonomian suku Dayak.
2.
Kehidupan baru Suku Dayak
Kesadaran
akan pentingnya perekonomian mendadak muncul di kalangan Dayak. Namun kesadaran
itu juga menjadi titik awal proses pemiskinan. Pertama, penguasa arus
perekonomian adalah para tengkulak dan suku pendatang dari Kutai, Bugis, dan
Toraja, sedangkan suku Dayak hanya mengikuti permainan mereka saja. Kedua,
budaya konsumtif terhadap barang-barang kota. Dan terkikisnya kebudayaan serta
kesenian asli suku Dayak akibat modernisasi. Karena itu muncullah penjualan
nilai-nilai kultur suku kepada turis-turis asing. Sebagaimana juga dilakukan
oleh suku Nias dan Bali.
3.
Refleksi bagi bangsa Indonesia
Kasus
pada ketiga suku tersebut adalah refleksi bagi bangsa Indonesia yang mudah
tergiur oleh sesuatu hal baru dan akhirnya menjatuhkan bangsa sendiri. Di sisi
lain ada pula suku Dayak yang mampu mempertahankan tradisi mereka. Meskipun menjadi
penduduk termiskin, namun ada nilai tambah tersendiri yaitu ketahanan yang kuat
karena tradisi kebudayaan yang dijunjung tinggi. Hal ini juga harus dijadikan
refleksi bagi bangsa Indonesia yaitu agar ketahanan nasional kuat perlu upaya
mempertahankan nilai-nilai khas bangsa Indonesia sendiri.
Analisis Bacaan 1
|
Unsur
|
Idiil
|
Aktivitas
|
Fisik
|
|
Bahasa
|
Gagasan penyampaian pesan
|
Berkomunikasi, Penyampaian
iklan melalui surat kabar
|
Bahasa Bona Pasogit, surat
kabar
|
|
Sistem Teknologi
|
Memudahkan pekerjaan
|
Memanfaatkan media massa
|
Surat kabar
|
|
Sistem Ekonomi
|
Memenuhi kebutuhan
|
Jual beli kain ulos untuk
acara pernikahan
|
Uang, kain ulos
|
|
Organisasi sosial
|
Menyelesaikan masalah
bersama
|
Seminar Parbato
|
Hasil seminar yang belum
ada tindakan nyata
|
|
Sistem Pengetahuan
|
Mengetahui informasi
|
Sekolah
|
Banyak dokter dari Batak
Toba
|
|
Kesenian
|
Mempertahankan kebudayaan
|
Tradisi mengganti nama
setelah bercucu, acara pengulosan dan nasihat
|
Nama baru, kain ulos,
nasihat
|
|
Sistem Religi
|
-
|
-
|
-
|
Analisis Bacaan 2
|
Unsur
|
Idiil
|
Aktivitas
|
Fisik
|
|
Bahasa
|
Gagasan penyampaian pesan
|
Berkomunikasi
|
Bahasa lisan
|
|
Sistem Teknologi
|
Memudahkan pekerjaan
|
Menggunakan barang
elektronik
|
Tape recorder, kaset,
radio
|
|
Sistem Ekonomi
|
Memenuhi kebutuhan
|
Membeli barang-barang
|
Baju, jam tangan, mesin
jahit,tape recorder
|
|
Organisasi Sosial
|
Membentuk kesatuan untuk
kepentingan kelompok
|
Menguasai pasar
perekonomian suku Dayak
|
Tengkulak, suku Bugis,
Kutai dan Toraja
|
|
Sistem Pengetahuan
|
Memajukan penduduk dengan
informasi
|
Modernisasi sebagian suku
Dayak
|
Gaya hidup modern
|
|
Kesenian
|
Mempertahankam kebudayaan
|
Suku Dayak Umak Tau
berkumpul mempertahankan tradisi.
|
Suku Dayak Umak Tau,
Tradisi
|
|
Sistem Religi
|
Percaya kepada Tuhan YME
|
Memeluk agama Kristiani
|
Agama Kristiani
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar