Senin, 12 November 2012

Resume dan Analisis Sosum


MK Sosiologi Umum (KPM 130)        Hari/Tanggal: Kamis/04 Okt 2012
     Praktikum ke: 4

OMPU MONANG NAPITUPULU INGIN SEDERHANAKAN BUDAYA BATAK
Oleh: Arbain Rambey
dan
KEHIDUPAN SUKU DAYAK KENYAH DAN MODANG DEWASA INI
Inventarisasi Sebuah Proses Pemiskinan
Oleh: Franky Raden

Nama Praktikan/NRP/Kelas: Arum Safriana Dewi/F24120102/Q04.1
Nama Asisten/NRP: Apriliana/H44090027
 

Ikhtisar Bacaan 1
OMPU MONANG NAPITUPULU INGIN SEDERHANAKAN BUDAYA
 BATAK
Oleh: Arbain Rambey
1.    Mengenal Suku Batak
            Di wilayah Sumatera Utara sekitar Danau Toba terdapat suku Batak yang terdiri atas beberapa sub-etnis antara lain Batak Toba, Batak Angkola, Batak Mandailing, Batak Simalungun, Batak Pakpak (atau Dairi) dan Batak Karo. Namun orang awam mengartikan sub-etnis Batak Toba sebagai suku Batak itu sendiri. Bahasa yang digunakan oleh sub-etnik Batak Toba adalah Bona Pasogit. Terdapat sebuah organisasi kesukuan atau Pertungkoan Batak Toba yang disebut Parbato, berdiri pada bulan Agustus 1997 dan diketuai oleh Ompu Monang Napitupulu. Pria kelahiran Silaen, Sumut, 2 Desember 1939 ini memasang iklan yang berisi ajakan untuk mengusir perusahaan yang merusak lingkungan Bona Pasogit. Iklan tersebut menjadi top trending sebuah surat kabar masyarakat Medan selama satu pekan.
2.    Kebudayaan Suku Batak
            Terdapat banyak kebudayaan dalam suku Batak, baik kebudayaan yang dinilai positif maupun negatif. Kebudayaan positif misalnya budaya mengganti nama setelah bercucu, karena kehadiran cucu dinilai berkah dan rahmat yang luar biasa. Kebudayaan positif lainnya yaitu saat perkawinan. Semua orang yang diundang merasa penting dan memiliki kekerabatan yang sangat dekat dengan mempelai sehingga memunculkan rasa tanggung jawab yang besar terhadap anak mempelai kelak.
            Sedangkan kebudayaan negatif yaitu penghamburan uang dan waktu dalam pernikahan karena acara terlalu bertele-tele dan dijadikan ajang persaingan gengsi. Pemborosan uang juga terjadi dalam pembangunan makam.
Untuk mengatasi masalah tersebut, sebagai ketua Parbato, Ompu Monang memberikan contoh nyata yaitu menyelenggarakan acara sederhana pada pernikahan anak perempuannya, tetapi tetap masih dalam adat Batak Toba.

Ikhtisar Bacaan 2
KEHIDUPAN SUKU DAYAK KENYAH DAN MODANG DEWASA INI
Inventarisasi Sebuah Proses Pemiskinan
Oleh: Franky Raden
1.    Awal berpindahnya Suku Dayak
Suku Dayak Kenyah dan Modang terletak di Kecamatan Ancalong, Kabupaten Kutai, Kota Tenggarong. Pada tahun 30-an masuk agama Kristiani yang dibawa Belanda dan mengubah sebagian penduduk akan kepercayaan asli mereka. Dan pemeluk agama baru mulai meninggalkan daerah mereka menuju kota. Ada pula suku lain dari Kutai, Bugis, dan Toraja dengan jumlah yang sangat sedikit namun mampu menguasai perekonomian suku Dayak.
2.    Kehidupan baru Suku Dayak
Kesadaran akan pentingnya perekonomian mendadak muncul di kalangan Dayak. Namun kesadaran itu juga menjadi titik awal proses pemiskinan. Pertama, penguasa arus perekonomian adalah para tengkulak dan suku pendatang dari Kutai, Bugis, dan Toraja, sedangkan suku Dayak hanya mengikuti permainan mereka saja. Kedua, budaya konsumtif terhadap barang-barang kota. Dan terkikisnya kebudayaan serta kesenian asli suku Dayak akibat modernisasi. Karena itu muncullah penjualan nilai-nilai kultur suku kepada turis-turis asing. Sebagaimana juga dilakukan oleh suku Nias dan Bali.
3.    Refleksi bagi bangsa Indonesia
Kasus pada ketiga suku tersebut adalah refleksi bagi bangsa Indonesia yang mudah tergiur oleh sesuatu hal baru dan akhirnya menjatuhkan bangsa sendiri. Di sisi lain ada pula suku Dayak yang mampu mempertahankan tradisi mereka. Meskipun menjadi penduduk termiskin, namun ada nilai tambah tersendiri yaitu ketahanan yang kuat karena tradisi kebudayaan yang dijunjung tinggi. Hal ini juga harus dijadikan refleksi bagi bangsa Indonesia yaitu agar ketahanan nasional kuat perlu upaya mempertahankan nilai-nilai khas bangsa Indonesia sendiri. 

Analisis Bacaan 1
Unsur
Idiil
Aktivitas
Fisik
Bahasa
Gagasan penyampaian pesan
Berkomunikasi, Penyampaian iklan melalui surat kabar
Bahasa Bona Pasogit, surat kabar
Sistem Teknologi
Memudahkan pekerjaan
Memanfaatkan media massa
Surat kabar
Sistem Ekonomi
Memenuhi kebutuhan
Jual beli kain ulos untuk acara pernikahan
Uang, kain ulos
Organisasi sosial
Menyelesaikan masalah bersama
Seminar Parbato
Hasil seminar yang belum ada tindakan nyata
Sistem Pengetahuan
Mengetahui informasi
Sekolah
Banyak dokter dari Batak Toba
Kesenian
Mempertahankan kebudayaan
Tradisi mengganti nama setelah bercucu, acara pengulosan dan nasihat
Nama baru, kain ulos, nasihat
Sistem Religi
-
-
-

Analisis Bacaan 2
Unsur
Idiil
Aktivitas
Fisik
Bahasa
Gagasan penyampaian pesan
Berkomunikasi
Bahasa lisan
Sistem Teknologi
Memudahkan pekerjaan
Menggunakan barang elektronik
Tape recorder, kaset, radio
Sistem Ekonomi
Memenuhi kebutuhan
Membeli barang-barang
Baju, jam tangan, mesin jahit,tape recorder
Organisasi Sosial
Membentuk kesatuan untuk kepentingan kelompok
Menguasai pasar perekonomian suku Dayak
Tengkulak, suku Bugis, Kutai dan Toraja
Sistem Pengetahuan
Memajukan penduduk dengan informasi
Modernisasi sebagian suku Dayak
Gaya hidup modern
Kesenian
Mempertahankam kebudayaan
Suku Dayak Umak Tau berkumpul mempertahankan tradisi.
Suku Dayak Umak Tau, Tradisi
Sistem Religi
Percaya kepada Tuhan YME
Memeluk agama Kristiani
Agama Kristiani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar