I.
JUDUL
Pembuatan
Koloid dengan Metode Kondensasi dan Dispersi
II.
TUJUAN
1. Percobaan
pembuatan koloid dengan cara kondensasi
2. Pembuatan
koloid dengan cara dispersi
III.
DASAR TEORI
Koloid merupakan suatu bentuk campuran yang
keadaannya terletak antara larutan dan suspensi. Koloid memiliki beberapa
sifat, yaitu :
·
Efek tyndall : sistem koloid akan menghamburkan
cahaya apabila diberikan seberkas cahaya
·
Gerak brown :
partikel koloid bergerak terus-menerus dengan gerak patah-patah/gerak zig-zag
·
Elektroforesis : partikel koloid dapat bergerak dalam medan listrik
·
Adsorpsi : partikel koloid memiliki kemampuan
menyerap ion atau muatan listrik pada permukaannya
·
Koagulasi : penggumpalan partikel koloid
·
Dialisis : pemisahan campuran koloid dari
ion-ion atau partikel terlarut lainnya
System
koloid dapat dibuat dengan dua cara, yaitu :
1. Cara
Kondensasi
Larutan
sejati (molekul atau ion) bergabung menjadi partikel koloid. Cara ini dapat
dilakukan melalui reaksi-reaksi kimia, antara lain :
a) Reaksi
redoks
Reaksi
yang disertai perubahan bilangan oksidasi
b) Hidrolisis
Reaksi
suatu zat dengan air
c) Dekomposisi
rangkap
d) Penggantian
pelarut
Contoh : apabila larutan jenuh kalsium asetat
dicampur dengan alkohol akan terbentuk suatu koloid berupa gel
2. Cara
Dispersi
Dengan
cara dispersi, partikel kasar dipecah menjadi partikel koloid. Cara dispersi dapat
dilakukan secara :
a) Cara
mekanik
Pembuatan
koloid dari butir-butir kasar yang digerus sampai diperoleh tingkat kehalusan
tertentu, kemudian diaduk dengan medium dispersi
b) Cara
peptisasi
Pembuatan
koloid dari butir-butir kasar atau dari suatu endapan dengan bantuan suatu zat pemeptisasi (pemecah)
c) Cara
Busur Bredig
Cara
ini digunakan untuk membuat sol-sol logam
d) Cara
Atomizer
Pembuatan
koloid dari partikel cair menjadi gas menggunakan alat sprayer
IV.
ALAT DAN BAHAN
ALAT :
1. Gelas
kimia 200 ml
2. Cawan
pembakaran
3. Tabung
reaksi
4. Senter
5. Lumpang
dan penumbuknya
6. Spirtus
7. Sendok,
spatula, dan korek api
BAHAN :
1. Larutan
kalsium asetat jenuh
2. Alkohol
95 %
3. Larutan
AgNO3 0.1 M
4. Larutan
asam klorida 0.1 M
5. Gula
pasir
6. Serbuk
belerang
7. Air
8. Serbuk
agar-agar
9. Minyak
tanah
10. Larutan
detergen
V.
CARA KERJA
A. Membuat
Koloid dengan metode kondensasi
1. Penggantian
pelarut
a) Masukkan
7 ml larutan kalsium asetat jenuh ke dalam gelas kimia 200 ml kemudian
tambahkan 40 ml alcohol 95 %. Amati gel yang terbentuk!
b) Masukkan
sedikit gel kalsium asetat ke dalam cawan pembakaran, kemudian bakarlah gel
tersebut. Amati dan catat apa yang terjadi!
2. Percampuran
larutan-larutan encer
a) Masukkan
sekitar 3 ml larutan AgNO3 0.1 M dan tambahkan larutan asam klorida 0.1 M 5 ml
b) Homogenkan,
amati dan catatlah apa yang terjadi!
B. Membuat
koloid dengan metode dispersi
1. Pembuatan
sol belerang
a) Geruslah
0.5 sendok gula dan 0.5 sendok serbuk belerang di dalam lumpang dengan
menggunakan penumbuk
b) Ambil
0.5 dari campuran tersebut, kemudian tambahkan 0.5 sendok gula dan geruslah
kembali campuran tersebut
c) Lakukan
langkah ke-2 di atas sebanyak dua kali
d) Ambil
0.5 sendok hasil gerusan yang terakhir kemudian masukkan ke dalam air. Amati
campuran yang dihasilkan
e) Ambil
gula dan serbuk yang belum digerus(masing-masing 2 spatula) kemudian masukkan
ke dalam tabung reaksi dan tambahkan air. Amati campuran yang dihasilkan dan
bandingkan dengan campuran gula-belerang yang telah digerus
f) Sinarilah
campuran campuran tersebut dengan senter, amati dan catatlah apa yang kalian
amati.
2. Pembuatan
sol agar-agar
a) Masukkan
1 spatula serbuk agar-agar ke dalam tabung reaksi yang telah berisi air sekitar
sepertiga atau setengah tabung reaksi
b) Panasi
dan aduk dengan spatula agar semua agar-agar melarut
c) Dinginkan,
amati dan catat peristiwa yang terjadi
3. Emulsi
a) Masukkan
kurang lebih 1 ml minyak tanah dan 5 ml air ke dalam tabung reaksi
b) Kocoklah
tabung reaksi tersebut kuat-kuat
c) Diamkan
tabung tersebut kira-kira 1-3 menit, amati dan catat peristiwa yang terjadi
d) Teteskan
sekitar 25 tetes larutan detergen dan kocok kembali kuat-kuat
e) Diamkan
tabung tersebut kira-kira 1-3 menit, amati dan catat peristiwa yang terjadi
VI.
DATA HASIL PERCOBAAN
Percobaan
Perlakuan
Pengamatan
VII.
ANALISA DATA
Ø Pencampuran
larutan kalsium asetat jenuh dengan alkohol 95% membentuk gel berwarna putih
bening. Hal ini menunjukkan adanya pembentukan sistem koloid yaitu dengan cara
penggantian pelarut. Setelah gel dibakar akan membentuk serbuk kalsium asetat
kembali karena kandungan alkoholnya hilang, dan akan membentuk abu jika terus
dibakar
Ø Pencampuran
larutan AgNO3 dengan HCl akan menghasilkan partikel koloid AgCl
berwarna putih seperti susu
Ø Campuran
gula dan sulfur yang digerus dalam air akan membentuk sistem koloid yaitu sol
belerang, jika campuran tersebut disinari dengan senter maka berkas cahaya akan
kelihatan karena system koloid menghamburkan cahaya. Sedangkan pencampuran gula
dan sulfur tanpa digerus membentuk suspensi karena yang terlarut dalam air
hanya gulanya sedangkan sulfurnya memisah/mengalami sedimentasi
Ø Agar-agar
yang dimasukkan ke dalam air, dididihkan serta didinginkan akan membentuk gel
disebut sol agar-agar
Ø Pada
pencampuran minyak tanah dan air, keduanya akan memisah. Air berada di bawah
dan minyak tanah diatas. Setelah dimasukkan detergen minyak tanah hilang dan
membentuk buih.
VIII.
KESIMPULAN
Dari percobaan di atas dapat disimpulkan
bahwa :
Pembuatan koloid dengan cara kondensasi
dilakukan dengan reaksi-reaksi kimia, yaitu : Penggantian Pelarut dan Percampuran
larutan-larutan encer.
ü pencampuran
larutan kalsium asetat dan alkohol 95% membentuk gel. Peencampuran larutan AgNO3
dengan larutan HCl membentuk koloid AgCl.
Pembuatan koloid dengan cara dispersi
dilakukan dengan secara mekanik, yaitu: Pembuatan Sol Belerang, Pembuatan Sol
Agar-Agar, dan Emulsi.
ü pencampuran
gula dengan sulfur akan membentuk sol belerang apabila campuran tersebut
digerus menjadi partikel yang lebih halus.
ü Serbuk
agar-agar dalam air mendidih akan membentuk sol agar-agar.
ü Detergen
yang dimasukkan ke dalam campuran minyak tanah dan air berfungsi sebagai
pengelmusi sehingga terbentuk koloid dengan jenis emulsi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar